Tuesday, April 14, 2020

Kisah Sejarah Penciptaan Ruh Agung Nur Muhammad SAW




Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah Swt. menciptakan sebatang pohon yang memiliki empat dahan dan memberinya nama “Pohon Keyakinan” (Syajaratul Yaqin). Allah juga menciptakan Nur Muhammad Saw. dalam sebuah tutup/tirai dari mutiara putih yang tampak seperti burung merak dan meletakannya di atas Pohon Keyakinan. Lalu, burung merak itu membaca tasbih hingga 70.000 tahun lamanya.

Setelah itu, Allah menciptakan “Cermin Kehidupan” (Mir’atul Hayat) dan meletakannya di depan si burung merak. Ketika melihat di depan cermin, si burung merak menyaksikan dirinya sangat rupawan dengan tingkah yang menawan. Ia sangat malu kepada Allah hingga mengeluarkan keringat. Keringat itu menetes sebanyak 6 tetesan yang darinya Allah menciptakan: Abu Bakar ash-Shidiq Ra., Umar bin Khattab Ra., Utsman bin Affan Ra., Ali bin Abi Thalib Ra., bunga mawar dan buah padi.

Menyaksikan kejadian itu, Nur Muhammad bersujud sebanyak 5 kali. Inilah sejarah mengapa sujud ditetapkan sebagai kewajiban atas umat manusia. Dan Allah mewajibkan salat 5 waktu kepada Nabi Muhammad dan seluruh umatnya

Kemudian, Allah memandang Nur Muhammad. Karena tersipu malu, Nur Muhammad pun menyucurkan keringat. Kemudian dari tetesan keringat Nur Muhammad tersebut Allah menciptakan:
1. Para malaikat dari tetesan keringat hidungnya.
2. Kursi, Arsy, Lauhul Mahfudz, Qalam/pena, matahari, bulan, beberapa hijab, bintang-bintang, dan seluruh benda langit dari tetesan keringat wajahnya.
3. Para nabi, rasul, ulama, syuhada, dan orang saleh dari tetesan keringat dadanya.
4. Baitul Ma’mur, Ka’bah, Baitul Maqdis, dan bakal area masjid di seluruh dunia dari keringat punggungnya.
5. Seluruh umat Muhammad dari tetesan keringat dua alis matanya.
6. Kaum Yahudi, Nasrani, Majusi, dan yang segolongan dengan mereka (kaum Ateis, kafir dan munafik) dari tetesan keringat dua telinganya.
7. Bumi yang terbentang dari timur ke barat beserta isinya dari tetesan keringat kedua kakinya.

Allah Swt berfirman: “Wahai Nur Muhammad, saksikanlah apa-apa yang ada di sekitarmu itu!”

Mendengar titah tersebut, Nur Muhammad segera melihat ke sekelilingnya. Ia merasa takjub melihat nur yang ada di samping, depan dan belakangnya. Semua nur itu tak lain adalah Abu Bakar ash-Shidiq Ra., Umar bin Khattab Ra., Utsman bin Affan Ra., Ali bin Abi Thalib Ra. Lantas Nur Muhammad pun membaca tasbih tiada henti sampai 70.000 tahun lamanya.


Kemudian,  Allah baru menciptakan ruh para nabi. Yakni Allah memandang kembali Nur Muhammad hingga malu dan berkeringat seperti sebelumnya. Dari tetesan-tetesan keringat inilah Allah menciptakan ruh para nabi. Lalu Allah menciptakan ruh setiap manusia dari tetesan keringat nabi mereka masing masing.

Demikian halnya dengan ruh umat Muhammad yang beriman; mereka diciptakan dari keringat Nabi Muhammad. Setelah diciptakan, seluruh ruh umat Muhammad berkata “La Ilaha ilallaah Muhammad Rasulullaah” (Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah).

Setelah itu, Allah menciptakan sebuah pelita dari batu akik merah yang sangat bening dan tembus pandang. Setelah itu Allah membentuk Nur Muhammad laksana bentuk raganya tatkala diturunkan ke dunia kelak dan meletakannya di dalam pelita tersebut. Di dalam pelita itu Nur Muhammad terlihat berdiri seperti orang yang sedang salat. Sementara itu ruh para nabi yang lain mengelilingi pelita tersebut seraya terus membaca tasbih dan tahlil.


0 comments:

Post a Comment

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567