Alhamdulillaahi
robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal
mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi
aj’ma’iin, wa man tabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Segala
puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan
petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan
keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan
ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi
petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan
tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang
mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
Dalam sebuah hadits
disebutkan bahwa Allah Swt. menciptakan sebatang pohon yang memiliki empat
dahan dan memberinya nama “Pohon Keyakinan” (Syajaratul Yaqin). Allah juga
menciptakan Nur Muhammad Saw. dalam sebuah tutup/tirai dari mutiara putih yang
tampak seperti burung merak dan meletakannya di atas Pohon Keyakinan. Lalu,
burung merak itu membaca tasbih hingga 70.000 tahun lamanya.
Setelah itu, Allah
menciptakan “Cermin Kehidupan” (Mir’atul Hayat) dan meletakannya di depan si
burung merak. Ketika melihat di depan cermin, si burung merak menyaksikan
dirinya sangat rupawan dengan tingkah yang menawan. Ia sangat malu kepada Allah
hingga mengeluarkan keringat. Keringat itu menetes sebanyak 6 tetesan yang
darinya Allah menciptakan: Abu Bakar ash-Shidiq Ra., Umar bin Khattab Ra.,
Utsman bin Affan Ra., Ali bin Abi Thalib Ra., bunga mawar dan buah padi.
Menyaksikan kejadian
itu, Nur Muhammad bersujud sebanyak 5 kali. Inilah sejarah mengapa sujud
ditetapkan sebagai kewajiban atas umat manusia. Dan Allah mewajibkan salat 5
waktu kepada Nabi Muhammad dan seluruh umatnya
Kemudian, Allah
memandang Nur Muhammad. Karena tersipu malu, Nur Muhammad pun menyucurkan
keringat. Kemudian dari tetesan keringat Nur Muhammad tersebut Allah
menciptakan:
1. Para malaikat dari tetesan keringat hidungnya.
2. Kursi, Arsy, Lauhul Mahfudz, Qalam/pena, matahari, bulan,
beberapa hijab, bintang-bintang, dan seluruh benda langit dari tetesan keringat
wajahnya.
3. Para nabi, rasul, ulama, syuhada, dan orang saleh dari
tetesan keringat dadanya.
4. Baitul Ma’mur, Ka’bah, Baitul Maqdis, dan bakal area
masjid di seluruh dunia dari keringat punggungnya.
5. Seluruh umat Muhammad dari tetesan keringat dua alis
matanya.
6. Kaum Yahudi, Nasrani, Majusi, dan yang segolongan dengan
mereka (kaum Ateis, kafir dan munafik) dari tetesan keringat dua telinganya.
7. Bumi yang terbentang dari timur ke barat beserta isinya
dari tetesan keringat kedua kakinya.
Allah Swt berfirman:
“Wahai Nur Muhammad, saksikanlah apa-apa yang ada di sekitarmu itu!”
Mendengar titah
tersebut, Nur Muhammad segera melihat ke sekelilingnya. Ia merasa takjub
melihat nur yang ada di samping, depan dan belakangnya. Semua nur itu tak lain
adalah Abu Bakar ash-Shidiq Ra., Umar bin Khattab Ra., Utsman bin Affan Ra.,
Ali bin Abi Thalib Ra. Lantas Nur Muhammad pun membaca tasbih tiada henti
sampai 70.000 tahun lamanya.
BACA JUGA : 10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah
Kemudian, Allah baru menciptakan ruh para nabi. Yakni
Allah memandang kembali Nur Muhammad hingga malu dan berkeringat seperti
sebelumnya. Dari tetesan-tetesan keringat inilah Allah menciptakan ruh para
nabi. Lalu Allah menciptakan ruh setiap manusia dari tetesan keringat nabi
mereka masing masing.
Demikian halnya dengan
ruh umat Muhammad yang beriman; mereka diciptakan dari keringat Nabi Muhammad.
Setelah diciptakan, seluruh ruh umat Muhammad berkata “La Ilaha ilallaah
Muhammad Rasulullaah” (Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan
Allah).
Setelah itu, Allah
menciptakan sebuah pelita dari batu akik merah yang sangat bening dan tembus
pandang. Setelah itu Allah membentuk Nur Muhammad laksana bentuk raganya
tatkala diturunkan ke dunia kelak dan meletakannya di dalam pelita tersebut. Di
dalam pelita itu Nur Muhammad terlihat berdiri seperti orang yang sedang salat.
Sementara itu ruh para nabi yang lain mengelilingi pelita tersebut seraya terus
membaca tasbih dan tahlil.
0 comments:
Post a Comment